Senin, 01 Februari 2010

Teori laki laki adalah salesman...

hari itu di sebuah tempat bernama UPI net, sebuah food court di upi dengan tingkat higenitas yang rendah, saia dan beberapa teman saia berkumpul.. membicarakan banyak hal, mulai dari ini sampai dengan itu.. cukup..
mereka adalah Gina, Mariah, Teri, Enong.. ada para prianya tapi buat apa mereka saia sebutkan, saia normal, 101% normal.. pembicaraan ini menarik karena saia hanya berbicara apa adanya, ngalor ngidul, cacalawak, heheheuy dedeuhan, barcanda tapi serius, mereka banyak membicarakan tentang seharusnya pria itu seperti apa, tapi secara tidak sadar.. justru mereka bicara tentang skala prioritas saia kira.. entahlah, ini hanya teori..

ini berlaku kebalikannya perempuan pada lelaki atau lelaki pada perempuan, tapi berhubung saia lelaki, ya disini saia menceritakannya sebagai lelaki tentunya, sebagai pemilik kodrat mengejar daripada dikejar.

5. Lelaki itu dermawan, memberi materi ada di urutan terakhir.. kecuali untuk mereka yang menempatkan materi nomor satu.. mencari yang seperti itu ?, silahkan..

4. Lelaki itu relawan, mau berkorban, tapi ga usah berlebihan, cukup menawarkan jasa, mereka terima, ambil, mereka tidak terima, sabar.. banyak berkorban itu bagus, tapi lebih bagus sama sama berkorban lah, jangan mau dimanfaatkan berarti kita jangan memanfaatkan.

3. Lelaki itu psikolog, harus mendengarkan, bisa berkomentar, lalu banyak belajar dan menjadi pintar menanggapi lawan jenisnya, perempuan senang dibutuhkan, mereka calon ibu tentu. Kita harus bisa melihat, tau saatnya memanjakan kapan saatnya dimanja, ga masalah kalau pada akhirnya malah kita yang lebih banyak dimanja, asal penempatan waktunya tepat.

2. Lelaki itu pelawak, ga ada orang yang menolak diajak tertawa.. mereka yang menyukai tipikal pendiam, tetap suka diajak ketawa, tapi mereka yang suka tipikal lucu, takkan nyaman dibikin diam.. belajar menjadi sedikit lucu, dengan berusaha lucu suasana ga bakalan canggung..

1. Lelaki itu salesman, mereka harus bisa menawarkan diri, menawarkan pembicaraan, tau apa yang harus dibicarakan dengan takaran yang pas, ada perbedaan besar antara cerewet dengan pandai bicara, dua duanya sama banyak omong, tapi cerewet cendrung bikin kita kapok mendengarkan sedangkan pandai bicara malah bikin kita ingin mendengar lebih..

cukup 4 hal malah saia kira.. nomor 5 hanya pelengkap, empat sehat lima sempurna.. ga susah sih sebenernya.. bisa menjadi yang disebutkan diatas, itu bisa diterapkan ke semua tipikal sifat seperti apapun, permasalahannya tipe kita yang seperti apa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar